Bergaul, bercengkrama, berdiskusi bahkan mengobrol dapat mengoptimalkan otak.Sosialisasi membuat semua organ perifer otak seperti indera2 selalu teransang.Bagian sentra, terutama kulit otak dan sistem limbik dapat bekerja secara baik.
Dengan mengobrol, rasa dan rasio dapat teransang.Jadi berbicara tidak saja bawaan alamiah tapi juga alam mengembangkan diri.Sosialisasi akan melatih kekuatan emosi atau EQ, kemampuan spiritual (SQ) dan kecerdasan rasio (IQ)
Seorang anak yang bergaul dapat mnecegah pembajakan emosi oleh
amygdala yang membuatnya menjadi kasar dan reaktif.Amigdala adalah bagian dari sistem limbik yang dapat membajak setiap informasi yang masuk ke otak yang sadar menanggapinya.
Dengan sosialisai, otak terbiasa mengenali
facial expression yang sangat beragam. EQ anak akan dapat diatur jika dia terlatih mengenali sekecil mungkin perubahan ekspresi wajah.Selain sosialisai mencintai sangat baik bagi otak.Bawaan manusia antara lain adalah
need affection, kebutuhan akan kasih, sayang, dan cinta dalam kehidupan hariannya.Cinta yang paling baik adalah memberi daripada menerima.
Cinta yang tulus, keramahtamahan dan kejujuran sangat ampuh mengusir stress yang merusak otak.Sterss dapat merangsang pengeluaran hormon stress yang berpotensi merusak tubuh.Banyak penelitian otak membuktikan bahwa pengeluaran zat kimia ini dapat dihambat dengan perasaan penuh cinta.
Tiga sifat yang sangat ampuh merusak otak adalah iri, serakah dan sombong.Ini adalah sumber gangguan kejiwaan yang secara organik dapat mempengaruhi jumlah dan komposisi zat kimia otak.Pikiran negatif juga merusak otak dengan cara yang sangat ampuh.
Sumber: fajar